Usaha pengembangan Teknologi EM di Indonesia dilakukan sejak tahun 1990, oleh Indonesia Kyusei Nature Farming Societis (IKNFS) dengan Pimpinannya Ir. G.N. Wididana M.Agr yang juga merupakan salah satu murid dari Prof. Dr. Teruo Higa. IKNFS adalah lembaga non pemerintah yang bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan pertanian akrab lingkungan dan berkelanjutan.
Pengembangan Teknologi EM di Indonesia dilakukan melalui :
1. Penelitian dasar terapan yang dilakukan oleh peneliti dari berbagai lembaga
peneltian swasta dan pemerintah
2. Penerbitan informasi Teknologi EM dalam bentuk brosur, leflet, buku dan jurnal
ilmiah secara berkala
3. Mengadakan seminar dan pertemuan ilmiah lainnya yang diselenggarakan oleh lembaga
penelitian dan universitas
4. Mengadakan pelatihan dan pendidikan kepada petani, penyuluh pertanian dan guru
pertanian
5. Mengadakan kerjasama antara lembaga pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan
dan pelatihan kepada petani dan generasi muda dalam bidang pertanian
6. Mengadakan demonstrasi lapangan dan petak petak percobaan tentang penerapan
tentang Teknologi EM yang dilakukan oleh petani.
7. Mengadakan studi banding ke Pusat Pelatihan Kyusei Nature Farming di Saraburi
Thailand, yang dilakukan oleh petani dan penyuluh pertanian
8. Mengadakan studi banding ke daerah-daerah penerapan Teknologi EM di Jepang yang
dilakukan oleh pengambil keputusan
9. Mengadakan pelatihan tentang Teknologi EM di IPSA (Institut Pengembangan
Sumberdaya Alam) di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Materi
yang dipelajari adalah Teknologi EM di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan,
Lingkungan, Industri, dan Kesehatan
Dalam usaha pengembangan Teknologi EM, IKNFS bekerjasama dengan instansi lain seperti Lembaga Swadaya Masyarakat, Instansi Pemerintah, Universitas, Lembaga-lembaga penelitian, Kelompok tani, Pemerintah pertanian dan lingkungan dan lain-lainnya.
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Juni 2009
Sabtu, 27 Juni 2009
EM-5 (Pestisida Organik)
EM-5 atau disebut juga dengan Pestisida Organik adalah produk pengembangan dari Teknologi EM-4 yang khusus digunakan untuk mengendalikan atau mencegah serangan hama dan penyakit tanaman. Tujuan pengembangan Teknologi EM-5 adalah untuk menggantikan pestisida kimia yang mempunyai dampak negatif apabila dosis aplikasinya tidak sesuai dengan dosis anjuran antara lain dapat membunuh jasad-jasad renik atau mikroorganisme yang menguntungkan di dalam tanah.
B O K A S H I
B O K A S H I merupakan bahan organik yang telah difermentasi dengan Teknologi EM-4. Bokashi mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis, keunggulannya antara lain kandungan unsur haranya sangat tinggi, kandungan mikroorganisme menguntungkan/effective juga sangat tingi dan karena pembuatannya melalui proses fermentasi maka kandungan zat hara dan senyawa-senyawa organik yang dikandungnya dapat cepat diserap olah tanaman. Selain itu proses pembuatannya juga relatif cepat yaitu hanya membutuhkan waktu 4 - 7 hari (bandingkan dengan pembuatan kompos yang memakan wktu 3 - 4 bulan).
Secara umum bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan Bokashi adalah jerami padi, dedak, merang, sekam, limbah rumah tangga, sampah, dll. Semakin beragam bahan yang digunakan maka semakin beragam pula kandungan unsur hara dan mikroorganime yang dikandungnya.
Secara umum bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan Bokashi adalah jerami padi, dedak, merang, sekam, limbah rumah tangga, sampah, dll. Semakin beragam bahan yang digunakan maka semakin beragam pula kandungan unsur hara dan mikroorganime yang dikandungnya.
Jumat, 26 Juni 2009
Aplikasi Teknologi EM-4 dalam Bidang Pertanian
EM-4 dikulturkan dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kuningan, berbau asam. Didalam medium cair, EM-4 berada dalam kondisi istirahat (dorman). Sewaktu diinokulasikan dengan cara menyemprotkannya ke dalam tanah atau pada tubuh tanaman, EM-4 secara aktif memfermentasikan bahan organik (sisa - sisa tanaman, pupuk hijau, pupuk kandang, dll) yang terdapat didalam tanah. Hasil fermentasi bahan organik tersebut adalah berupa senyawa organik yang mudah diserap langsung oleh perakaran tanaman misalnya gula, alkohol, asam amino, protein, karbohidrat, vitamin dan senyawa organik lainnya
Pemberian bahan organik ke dalam tanah tanpa inokulasi EM-4 terkadang akan membusukkan bahan organik tersebut dan menghasilkan unsur anorganik, yang diserap oleh perakaran tanaman dan menghasilkan panas dan gas beracun lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan akar tanaman
Selain memfermentasikan bahan organik di dalam tanah, EM-4 juga merangsang perkembangan mikroorganisme lainnya yang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman, misalnya bakteri pengikat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikoriza. Mikoriza membantu tumbuhan menyerap fosfat di sekelilingnya. Ion fosfat dalam tanah yang sulit bergerak menyebabkan tanah kekurangan fosfat, dengan Teknologi EM hife Mikoriza dapat meluas dari misellium dan memindahkan fosfat secara langsung kepada inang dan mikroorganisme yang bersifat antagonis terhadap penyakit tanaman.
EM-4 juga melindungi tanaman dari serangan penyakit karena sifat antagonisnya terhadap patogen yang dapat menekan jumlah patogen di dalam tanah atau pada tubuh tanaman. Dengan cara demikian, EM-4 dapat menyuburkan tanh dan meningkatkan produktifitas tanaman dengan biaya minimal. Aplikasi EM dapat berhasil guna apabila dibarengi dengan pemberian bahan organik yang telah difermentasi dengan EM atau lebih dikenal sebagai Bokashi, karena unsur yang dikandung Bokashi selain dapat dimanfaatkan oleh tanaman juga dapat dimanfaatkan mikroorganisme yang menguntungkan di dalam tanah untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Dalam perkembangan selanjutnya pemanfaatan Teknologi EM di barengi dengan pendukungnya yaitu Teknologi Bokashi, EM-5 (pestisida organik) dan FPE (Fermented Plant Extrac)
Pemberian bahan organik ke dalam tanah tanpa inokulasi EM-4 terkadang akan membusukkan bahan organik tersebut dan menghasilkan unsur anorganik, yang diserap oleh perakaran tanaman dan menghasilkan panas dan gas beracun lainnya yang dapat mengganggu pertumbuhan akar tanaman
Selain memfermentasikan bahan organik di dalam tanah, EM-4 juga merangsang perkembangan mikroorganisme lainnya yang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman, misalnya bakteri pengikat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikoriza. Mikoriza membantu tumbuhan menyerap fosfat di sekelilingnya. Ion fosfat dalam tanah yang sulit bergerak menyebabkan tanah kekurangan fosfat, dengan Teknologi EM hife Mikoriza dapat meluas dari misellium dan memindahkan fosfat secara langsung kepada inang dan mikroorganisme yang bersifat antagonis terhadap penyakit tanaman.
EM-4 juga melindungi tanaman dari serangan penyakit karena sifat antagonisnya terhadap patogen yang dapat menekan jumlah patogen di dalam tanah atau pada tubuh tanaman. Dengan cara demikian, EM-4 dapat menyuburkan tanh dan meningkatkan produktifitas tanaman dengan biaya minimal. Aplikasi EM dapat berhasil guna apabila dibarengi dengan pemberian bahan organik yang telah difermentasi dengan EM atau lebih dikenal sebagai Bokashi, karena unsur yang dikandung Bokashi selain dapat dimanfaatkan oleh tanaman juga dapat dimanfaatkan mikroorganisme yang menguntungkan di dalam tanah untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Dalam perkembangan selanjutnya pemanfaatan Teknologi EM di barengi dengan pendukungnya yaitu Teknologi Bokashi, EM-5 (pestisida organik) dan FPE (Fermented Plant Extrac)
Kamis, 18 Juni 2009
Microorganisme Utama dalam kultur Effective Microorganisms-4
Effective microorganisms-4 yang telah dikenal dengan EM-4 adalah suatu kultur campuran berbagai mikroorganisme bermanfaat yang dapat digambarkan sebagai inokulan untuk mendapatkan keragaman mikroba tanah. EM-4 adalah inokulan mikroba yang berfungsi sebagai alat pengendali biologis dalam menekan dan atau mengendalikan hama dan penyakit dengan cara memasukkan mikroorganisme bermanfaat ke dalam lingkngan hidup tanaman. Dengan demikian hama dan penyakit di hambat pertumbuhannya atau dikendalikan dalam proses alami melalui peningkatan kegiatan kompetitif dan antagonistik antar mikroorganisme.
Secara umum EM-4 mengandung mikroorganisme utama yaitu Bakteri Fotosintetik, Bakteri Asam Laktat, Ragi (yeast), Actinomycetes dan Jamur Fermentasi.
1. Bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas spp)
Bakteri Fotosintetik adalah mikroorganisme yang mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa yang bermanfaat dari sekresi akar-akar tumbuhan, bahan organik dan atau gas-gas berbahaya (misalnya hidrogen sulfida), dengan menggunakan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat tersebut meliputi asam amino, asam nukleik, zat-zat bioaktif dan gula, yang semuanya mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanamn.
Hasil-hasil metabolisme yang diproduksi oleh bakteri ini dapat diserap langsung oleh tanaman dan juga berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganime lainnya, sebagai contoh VA mycorhiza dalam zona perakaran akan bertambah karena tersedianya senyawa-senyawa nitrogen (asam amino) yang dikeluarkan bakteri fotosintetik yang berguna sebagai substrat. VA mycorhiza dapat hidup berdampingan dengan Azotobacter, sebagai bakteri pengikat nitrogen dan meningkatkan kemapuan tanaman leguminosa untuk mengikat nitorogen.
2. Bakteri Asam Laktat (Lactobasillus spp.)
Bakteri asam laktat menghasilkan aasam laktat dari gula dan karbohidrat lain yang dihasilkan oleh bakteri fotosintetik dan yeast (ragi). Berbagai jenis makanan dan minuman seperti yogurt dan asinan, sudah sejak lama di buat orang dengan menggunakan bakteri asam laktat. Namun bakteri asam laktat sendiri adalah suatu zat yang dapat mengakibatkan kemandulan (sterilizer). Oleh karena itu asam laktat dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan dan meningkatkan percepatan perombakan bahan-bahan organik. Bakteri asam laktat dapat menghancurkan bahan-bahan organik seperti lignin dan sellulossa, serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa-senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik. Bakteri asam laktat mempunyai kemampuan untuk menekan pertumbuhan Fusarium, yaitu mikroorganime merugikan yang meenimbulkan penyakit pada lahan yang terus menerus di tanam.
3. Ragi / Yeast (Saccharomyces spp.)
Melalui proses fermentasi Ragi menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula di dalam tanah yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik dan akar-akar tanaman. Zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim yang dihasilkan oleh Ragi meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Serkresi Ragi adalah substrat yang baik untuk mikroorganisme efektif seperti bakteri asam laktat dan Actinomycetes.
4. Actinomycetes
Actinomycetes merupakan suatu group mikroorganime yang strukturnya merupakan bentuk antara bakteri dan jamur, mereka menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik dan bahan organik. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbuhan jamur dan bakteri. Actinomycetes dapat hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik. Dengan demikian kedua spesies ini sama-sama meningkatkan mutu lingkungan tanah, dengan meningkatkan aktivitas anti mikroba tanah.
5. Jamur Fermantasi
Jamur fermentasi (peragian) seperti Aspergilus dan Penecilium menguraikan bahan organik secara cepat untuk menghasilkan alkoho, ester, dan zat-zat anti mikroba. Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan bau dan mencegah serbuan serangga dan ulat-ulat yang merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya.
Tiap spesies Effective Microorganime (Bakteri Fotosintetik, Bakteri Asam Laktat, Ragi, Actinomycetes dan Jamur Fermentasi) mempunyai fungsi masing-masing. Namun bakteri Fotosintetik adalah pelaksana kegiatan EM yang terpenting. Bakteri fotosintetik mendukung kegiatan mikroorganime lain dan dilain pihak ia juga memanfaatkan zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganime lain. (Dr. Ir. G.N. Wididana dan Ir. Muntoyah)
Manfaat Teknologi EM-4 dalam bidang Pertanian
Secara umum manfaat Teknologi EM dalam bidang pertanian adalah :
1. Memperbaiki sifat biologis, fisik, dan kimia tanah
2. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
3. Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi
4. Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang berwawasan lingkungan
5. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah
Secara umum EM-4 mengandung mikroorganisme utama yaitu Bakteri Fotosintetik, Bakteri Asam Laktat, Ragi (yeast), Actinomycetes dan Jamur Fermentasi.
1. Bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas spp)
Bakteri Fotosintetik adalah mikroorganisme yang mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa yang bermanfaat dari sekresi akar-akar tumbuhan, bahan organik dan atau gas-gas berbahaya (misalnya hidrogen sulfida), dengan menggunakan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat tersebut meliputi asam amino, asam nukleik, zat-zat bioaktif dan gula, yang semuanya mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanamn.
Hasil-hasil metabolisme yang diproduksi oleh bakteri ini dapat diserap langsung oleh tanaman dan juga berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganime lainnya, sebagai contoh VA mycorhiza dalam zona perakaran akan bertambah karena tersedianya senyawa-senyawa nitrogen (asam amino) yang dikeluarkan bakteri fotosintetik yang berguna sebagai substrat. VA mycorhiza dapat hidup berdampingan dengan Azotobacter, sebagai bakteri pengikat nitrogen dan meningkatkan kemapuan tanaman leguminosa untuk mengikat nitorogen.
2. Bakteri Asam Laktat (Lactobasillus spp.)
Bakteri asam laktat menghasilkan aasam laktat dari gula dan karbohidrat lain yang dihasilkan oleh bakteri fotosintetik dan yeast (ragi). Berbagai jenis makanan dan minuman seperti yogurt dan asinan, sudah sejak lama di buat orang dengan menggunakan bakteri asam laktat. Namun bakteri asam laktat sendiri adalah suatu zat yang dapat mengakibatkan kemandulan (sterilizer). Oleh karena itu asam laktat dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan dan meningkatkan percepatan perombakan bahan-bahan organik. Bakteri asam laktat dapat menghancurkan bahan-bahan organik seperti lignin dan sellulossa, serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa-senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik. Bakteri asam laktat mempunyai kemampuan untuk menekan pertumbuhan Fusarium, yaitu mikroorganime merugikan yang meenimbulkan penyakit pada lahan yang terus menerus di tanam.
3. Ragi / Yeast (Saccharomyces spp.)
Melalui proses fermentasi Ragi menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula di dalam tanah yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik dan akar-akar tanaman. Zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim yang dihasilkan oleh Ragi meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Serkresi Ragi adalah substrat yang baik untuk mikroorganisme efektif seperti bakteri asam laktat dan Actinomycetes.
4. Actinomycetes
Actinomycetes merupakan suatu group mikroorganime yang strukturnya merupakan bentuk antara bakteri dan jamur, mereka menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik dan bahan organik. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbuhan jamur dan bakteri. Actinomycetes dapat hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik. Dengan demikian kedua spesies ini sama-sama meningkatkan mutu lingkungan tanah, dengan meningkatkan aktivitas anti mikroba tanah.
5. Jamur Fermantasi
Jamur fermentasi (peragian) seperti Aspergilus dan Penecilium menguraikan bahan organik secara cepat untuk menghasilkan alkoho, ester, dan zat-zat anti mikroba. Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan bau dan mencegah serbuan serangga dan ulat-ulat yang merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya.
Tiap spesies Effective Microorganime (Bakteri Fotosintetik, Bakteri Asam Laktat, Ragi, Actinomycetes dan Jamur Fermentasi) mempunyai fungsi masing-masing. Namun bakteri Fotosintetik adalah pelaksana kegiatan EM yang terpenting. Bakteri fotosintetik mendukung kegiatan mikroorganime lain dan dilain pihak ia juga memanfaatkan zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganime lain. (Dr. Ir. G.N. Wididana dan Ir. Muntoyah)
Manfaat Teknologi EM-4 dalam bidang Pertanian
Secara umum manfaat Teknologi EM dalam bidang pertanian adalah :
1. Memperbaiki sifat biologis, fisik, dan kimia tanah
2. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi
3. Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi
4. Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang berwawasan lingkungan
5. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah
TEKNOLOGI EM (Effective Microorganisms) DIMENSI BARU DALAM PERTANIAN MODERN
Pembangunan pertanian secara alami dan akrab lingkungan telah lama dikembangkan di Jepang dengan tujuan untuk menghasilkan bahan makanan yang aman serta bebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun. Pembangunan pertanian alami ini semula hanya menerapkan sistem pertanian organik, tetapi ternyata hasilnya relatif sedikit atau mempunyai produktivitas rendah.
Dalam tahun 1980-an, Prof. Dr. Teruo Higa dari University of The Ryukyus, Okinawa, Jepang memeperkenalkan konsep EM atau Effective Microorganisms (EM) setelah mengadakan penelitian hampir 20 tahun tentang kehidupan microorganisme. Dalam penelitian tersebut sekelompok mikroorganisme effective yang bermanfaat oleh Prof. Dr. Teruo Higa telah dikembangkan dan digunakan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki effisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman yang kemudian disebut dengan Effective Microorganims yang disingkat EM.
Teknologi EM merupakan bioteknologi yang dikembangkan sejalan dengan prinsip-prinsip pertanian yang berwawasan lingkungan, mengurangi atau menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan memanfaatkan sistem alami untuk meningkatkan produktivitas tanah, mengurangi biaya produksi serta menghasilkan bahan pangan yang tidak terkontaminasi bahan kimia.
Alternatif baru ini di dasarkan pada penggunaan hasil-hasil alami seperti limbah hasil panen dan pupuk kandang. EM (Effective Microorganisms) yang dicampur dengan limbah bahan organik dapat dimasukkan kembali ke dalam tanah sebagai pupuk untuk meningkatkan kualitas tanah. EM bertindak sebagai agen pengendali secara biologis dengan cara menghambat efek fitopatogenik mikroorganisme tanah dan memfasilitatori dekomposisi senyawa beracun di dalam tanah. Teknologi yang menggabungkan berbagai mikroorganinme menguntungkan ini dapat digunakan untuk meningkatkan penganekaragaman biologi tanah, meningkatkan kualitas air, mengurangi kontaminasi tanah dan merangsang penyehatan dan pertumbuhan tanaman yang semua ini berarti meningkatkan hasil
Menurut Matsumoto, Y., (1993) Prinsip-prinsip pertanian alami yang dijadikan acuan dalam pengembangan teknologi EM adalah bahwa teknologi ini harus :
1. Menghasilkan bahan makanan yang aman dan bergizi untuk peningkatan kesehatan
manusia.
2. Secara ekonomis dan spiritual bermanfaat bagi petani dan produsen maupun bagi
konsumen.
3. Berkelanjutan dan dapat secara mudah dilakukan oleh setiap orang.
4. Melestarikan lingkungan.
5. Menghasilkan bahan makanan berkualitas tinggi yang cukup bagi penduduk yang
terus bertambah.
Teknologi EM dianggap sebagai dimensi baru dalam pertanian modern, sehingga didirikan Pusat Penelitian EM yaitu International Nature Farming Research Centre (INFRC) yang berpusat di ATAMI, Jepang. Pada Tahun 1989 diadakan suatu Konferensi International untuk memperkenalkan Teknologi EM ke wilayah Asia Pasific dan dalam Konferensi tersebut di bentuk APNAN (Asia Pasific Natural Agriculture Network)yang bertujuan membentuk jaringan International antara para ilmuwan dalam wilayah Asia Pasific, dalam rangka peningkatan penelitian, pendidikan, praktek dan teknologi pertanian alami yang akrab lingkungan. Kegiatan-kegiatan APNAN didasarkan pada prinsip-prinsip pertanian alami dan Teknologi EM. APNAN beranggotakan 15 negara di Asia Pasific, anatara lain Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand, Korea Selatan, Myanmar, Srilangka, Pakistan, India, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Laos, New Zeland, Australia, dan Jepang.
Pada tahun 1991 di Brazil dibentuk Organisasi SANAN (South American Nature Agricultural Network), yaitu organisasi negara-negara Amerika Latin atau Amerika Selatan yang bergerak dalam bidang pertanian alami dengan Teknologi EM. Organisasi SANAN menyelenggrakan penelitian di beberapa negara anggota tentang sistem pertanian dengan biaya rendah (Low Input Farming System) yaitu dengan menggunakan Effective Microorganisme (EM) untuk memudahkan penerapan sistem pertanian alami sekaligus meningkatkan produksi.
Sejalan dengan pengaruh yang sangat positif dari Teknologi EM bagi pengembangan pertanian, maka banyak sekali badan atau lembaga penelitian yang mendukung pengembangannya teknologi ini antara lain adalah NFRD (Nature Farming Research and Development Foundation) yang berpusat di Santa Rosa Road California, Mokichi Okada Foundation nature Farming Departemen, berpusat Sao Paulo Brazil, Kyusei Nature Farming Societis yang berpusat di Jepang, Thailand Nature Farming Promotion, Association berpusat di Thailand, Korea Nature Farming Research Center yang berpusat di Kwonsonku, Korea Selatan, EMRO (Effective Microorganisms Research Organisation) berpusat di Jepang, dan lain-lain. EMRO adalah organisasi penelitian dan pengembangan Teknologi EM dan anggotanya lebih dari 30 negara. EMRO membiayai proyek penelitian dan penerapan Teknologi EM dalam skala yang luas, mensponsori seminar dan konferensi International tentang hasil-hasil penelitian Teknologi EM. (Dr. Ir. G.N. Wididana dan Ir. Muntoyah)
Dalam tahun 1980-an, Prof. Dr. Teruo Higa dari University of The Ryukyus, Okinawa, Jepang memeperkenalkan konsep EM atau Effective Microorganisms (EM) setelah mengadakan penelitian hampir 20 tahun tentang kehidupan microorganisme. Dalam penelitian tersebut sekelompok mikroorganisme effective yang bermanfaat oleh Prof. Dr. Teruo Higa telah dikembangkan dan digunakan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki effisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman yang kemudian disebut dengan Effective Microorganims yang disingkat EM.
Teknologi EM merupakan bioteknologi yang dikembangkan sejalan dengan prinsip-prinsip pertanian yang berwawasan lingkungan, mengurangi atau menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan memanfaatkan sistem alami untuk meningkatkan produktivitas tanah, mengurangi biaya produksi serta menghasilkan bahan pangan yang tidak terkontaminasi bahan kimia.
Alternatif baru ini di dasarkan pada penggunaan hasil-hasil alami seperti limbah hasil panen dan pupuk kandang. EM (Effective Microorganisms) yang dicampur dengan limbah bahan organik dapat dimasukkan kembali ke dalam tanah sebagai pupuk untuk meningkatkan kualitas tanah. EM bertindak sebagai agen pengendali secara biologis dengan cara menghambat efek fitopatogenik mikroorganisme tanah dan memfasilitatori dekomposisi senyawa beracun di dalam tanah. Teknologi yang menggabungkan berbagai mikroorganinme menguntungkan ini dapat digunakan untuk meningkatkan penganekaragaman biologi tanah, meningkatkan kualitas air, mengurangi kontaminasi tanah dan merangsang penyehatan dan pertumbuhan tanaman yang semua ini berarti meningkatkan hasil
Menurut Matsumoto, Y., (1993) Prinsip-prinsip pertanian alami yang dijadikan acuan dalam pengembangan teknologi EM adalah bahwa teknologi ini harus :
1. Menghasilkan bahan makanan yang aman dan bergizi untuk peningkatan kesehatan
manusia.
2. Secara ekonomis dan spiritual bermanfaat bagi petani dan produsen maupun bagi
konsumen.
3. Berkelanjutan dan dapat secara mudah dilakukan oleh setiap orang.
4. Melestarikan lingkungan.
5. Menghasilkan bahan makanan berkualitas tinggi yang cukup bagi penduduk yang
terus bertambah.
Teknologi EM dianggap sebagai dimensi baru dalam pertanian modern, sehingga didirikan Pusat Penelitian EM yaitu International Nature Farming Research Centre (INFRC) yang berpusat di ATAMI, Jepang. Pada Tahun 1989 diadakan suatu Konferensi International untuk memperkenalkan Teknologi EM ke wilayah Asia Pasific dan dalam Konferensi tersebut di bentuk APNAN (Asia Pasific Natural Agriculture Network)yang bertujuan membentuk jaringan International antara para ilmuwan dalam wilayah Asia Pasific, dalam rangka peningkatan penelitian, pendidikan, praktek dan teknologi pertanian alami yang akrab lingkungan. Kegiatan-kegiatan APNAN didasarkan pada prinsip-prinsip pertanian alami dan Teknologi EM. APNAN beranggotakan 15 negara di Asia Pasific, anatara lain Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand, Korea Selatan, Myanmar, Srilangka, Pakistan, India, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Laos, New Zeland, Australia, dan Jepang.
Pada tahun 1991 di Brazil dibentuk Organisasi SANAN (South American Nature Agricultural Network), yaitu organisasi negara-negara Amerika Latin atau Amerika Selatan yang bergerak dalam bidang pertanian alami dengan Teknologi EM. Organisasi SANAN menyelenggrakan penelitian di beberapa negara anggota tentang sistem pertanian dengan biaya rendah (Low Input Farming System) yaitu dengan menggunakan Effective Microorganisme (EM) untuk memudahkan penerapan sistem pertanian alami sekaligus meningkatkan produksi.
Sejalan dengan pengaruh yang sangat positif dari Teknologi EM bagi pengembangan pertanian, maka banyak sekali badan atau lembaga penelitian yang mendukung pengembangannya teknologi ini antara lain adalah NFRD (Nature Farming Research and Development Foundation) yang berpusat di Santa Rosa Road California, Mokichi Okada Foundation nature Farming Departemen, berpusat Sao Paulo Brazil, Kyusei Nature Farming Societis yang berpusat di Jepang, Thailand Nature Farming Promotion, Association berpusat di Thailand, Korea Nature Farming Research Center yang berpusat di Kwonsonku, Korea Selatan, EMRO (Effective Microorganisms Research Organisation) berpusat di Jepang, dan lain-lain. EMRO adalah organisasi penelitian dan pengembangan Teknologi EM dan anggotanya lebih dari 30 negara. EMRO membiayai proyek penelitian dan penerapan Teknologi EM dalam skala yang luas, mensponsori seminar dan konferensi International tentang hasil-hasil penelitian Teknologi EM. (Dr. Ir. G.N. Wididana dan Ir. Muntoyah)
Langganan:
Postingan (Atom)