Selasa, 25 Mei 2010

EM 4 PACU GREENHOUSE PAPRIKA BERBUAH LEBAT

EM4 Pacu Greenhouse Paprika Berbuah Lebat
May 20th, 2009 • Category: CSR

Oleh: Wayan Nita

Keterpurukan perekonomian tidak lantas membuat kita berhenti berkarya menghasilkan sesuatu. Terlebih demi kepentingan masyarakat luas, bisa memberikan nilai tambah bagi orang disekitarnya. Hal itulah yang mendasari Kadek Budiartawan (35) menciptakan terobosan baru dengan bertanam paprika.

Pria yang juga kepala desa (prebekel) ini membuat konsep greenhouse untuk berbudidaya paprika. Bahan baku, media tanam dan perawatannya pun menggunakan bahan organic yang ramah lingkungan.

Cara budidaya tergolong berbeda dengan kebiasaan masyarakat sekitar, yaitu mengusung konsep hydroponik. Yaitu tanaman paprika tidak ditanam dalam bedengan tetapi ditanam dalam polybag dengan perlakuan yang sama. Meskipun menggunakan dana pribadi, konsep yang dijadikan percontohan ini ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya petani kecil. Dengan lahan terbatas dan dana juga terbatas, sebut Budiartawan, budidaya paprika bisa memberikan hasil yang besar. Baik segi untung maupun produksi buahnya juga besar-besar.

Hanya, dibutuhkan ketekunan dalam perawatan. Hanya dengan luas lahan 4 are bisa ditanami 1.700 polybag tanaman paprika. Perawatan tanaman paprika dalam sistem hydroponik dilakukan Budiartawan dengan metode organic ramah lingkungan. Teknologi EM4 ikut membantu dalam memfermentasikan urine sapi yang digunakan untuk menyiram tanaman paprika. Dalam kurun waktu tujuh bulan berjalan, sudah empat bulan Budiartawan panen paprika.

Produksi paprika melimpah, dari bulan ke bulan meningkat jumlahnya. Satu minggu sekali sudah bisa panen dengan hasil sebanyak 300-350kg buah paprika. Dimana satu kilo hanya berisi 3-4 butir buah paprika, yang perkilonya dihargai berkisar antara 15.000 hingga 30.000 rupiah.

“Tak hanya itu, kualitas produksi juga lebih baik, hal ini dapat dilihat pada penampilan luar buah paprika yang mengkilap dan mulus,” ungkap Budiartawan sembari tersenyum.

Pasar yang dituju dari hasil produksi paprika ini sudah ada yang mengontrak. Setiap kali panen sudah ada pengepul yang datang untuk menambil hasil panennya. Buah paprika ini memang tidak semua orang yang konsumsi. Akibatnya sebagian besar dijual ke swalayan, hotel dan restauran. Karena pasar sudah ada, misi Budiartawan untuk memajukan sektor pertanian yang berbasis pariwisata mulai tersebar. Keberhasilan menerapkan pertanian tanaman pangan berbasis pariwisata diharapkan jadi contoh bagi para petani sekitar. “Setidaknya petani bisa mendapat sedikit keuntungan dengan pesatnya perkembangan dunia pariwisata di Bali,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar