Selasa, 06 Januari 2015

IPSA (Institut Pengembangan Sumber Daya Alam)

Profil Pusdiklat Teknologi EM (IPSA)

IPSA dirikan oleh Gede Ngurah Wididana pada tahun 1997. Lembaga ini didirikan atas hasil kerjasama antara beberapa lembaga antara lain IKNFS (Indonesian Kyusei Nature Farming Societies), EMRO (Effective Microorganisms Research Organization), APNAN (Asia Pasific Natural Agricultural Network), dan INFRC (International Nature Farming Research Centre). IPSA merupakan sebuah lembaga pengembangan dan penelitian sumberdaya alam yang mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi guna mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya alam untuk pembangunan yang berkelanjutan. 

IPSA membangun pusat pendidikan dan penelitian Teknologi EM (Effective Microorganisms) di Desa Bengkel, Kecamatan Busung Biu, Buleleng. Pelatihan Teknologi EM dilakukan setiap bulan sekali secara periodik sejak tahun 1997. Sampai 2014, IPSA telah berhasil melatih sebanyak 10.000 orang dengan yang bersertifikat lebih dari 5.000 orang dalam 303 angkatan. 

Foto Kebun IPSA dan Bersama Peserta Pelatihan dari Riau

Di areal IPSA terdapat berbagai jenis tanaman rempah dan obat seluas 7 Ha, yang berfungsi sebagai kebun produksi untuk memasok kebutuhan bahan baku Industri Obat Tradisional (Jamu) PT. Karya Pak Oles Tokcer. Di areal IPSA juga terdapat industri obat tradisional Pak Oles, Industri Kopi Organik Bukit Hexon, Industri Teh herbal Bukit Hexon, Industri Pupuk Organik Cair EM 4, serta stasiun penyiaran Radio Hexon.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar